
Perang Aceh (1873-1904)
Pada tanggal 26 Maret 1873 Belanda menyatakan perang terhadap Aceh, dan mulai melancarkan tembakan ke arah Aceh dari kapal perang Citadel van Antverpen. Pada 8 April 1873 Belanda mendarat di Pantai Ceuremen di bawah pimpinan Johan Harmen Rudolf Kohler. Perang Aceh lebih dikenal dengan perang yang dipimpin oleh Cut Nyak Dhien. Ketika Perang Aceh meletus pada 1873, Cut Nyak Dhien memimpin perang di garis depan melawan pasuka Belanda yang bersenjata lengkap. Tapi, dalam pertempuran sengit di kawasan Sela Glee Tarun, Teuku Ibrahim gugur.
Cut Nyak Dhien bertemu dengan Teuku Umar yang kemudian menjadi suami sekaligus rekan seperjuangan. Dalam perjalanan hidup mereka, anak dan menantu Cuk Nyak Dhien akhirnya juga gugur di medan perang. Ujian berat kembali dialami Cut Nyak Dhien ketika pada 11 Februari 1899 Teuku Umar gugur . Tapi, semangat tempurnya tetap menyala-nyala dan ia bertekad berjuang sampai titik darah penghabisan.
